“Selama ini kemana sih? Mana karya-karya barunya mbak?”
Itulah pertanyaan beberapa teman Naini melalui DM dan WA.
Jawabannya adalah, gak kemana-mana. Hanya tenggelam dalam rutinitas Ibu
Rumah Tangga yang setiap harinya berjibaku mengurus anak semata wayang.
Lalu, untuk Naini Designnya bagaimana?
Sebuah kenyataan beberapa tahun terakhir ini sejak hamil dan memiliki
anak, saya menjadi tidak jatuh cinta lagi dengan apa yang saya lakukan
di Naini. Mengapa? Karena menurut saya, cinta itu dirawat setiap hari.
Sedangkan beberapa waktu lalu saya bahkan kesulitan untuk fokus
mengerjakan suatu hal karena di sore harinya, energi saya tampak sudah
habis. Kenyataan bahwa saya sulit sekali meluangkan waktu sejam dua jam
fokus mengerjakan Naini membuat sayapun merasa semakin kecil hati dan
berjarak dengan Naini itu sendiri.
Ibaratnya orang pacaran,
ini adalah LDR yang jarang sekali berkomunikasi baik melalui skype atau
WA. Sehingga ketika beberapa kali mencoba ‘ngobrol’, yang ada hanyalah
kesalah pahaman dan perasaan tidak berdaya karena banyak sekali yang
mesti dilakukan.
Dalam upaya mendefinisikan diri kembali dan
menyusun ulang skala prioritas setelah menjadi ibu dari seorang anak
manusia, saya menemukan quotes yang cukup lama mengendap dalam pikiran
saya dan perlahan-lahan memberikan keberanian untuk mengurai benang
kusut tersebut
“The secret of getting ahead is getting started.
The secret of getting started is breaking your complex overwhelming
tasks into small manageable tasks and starting on the first one.”
― Mark Twain
Maka pelan-pelanlah saya berkarya kembali. Memulai sesuatu dengan
langkah-langkah kecil. Mengumpulkan beberapa koleksi terbaru, meminta
bantuan kolega untuk menjadi talent serta memfokuskan pada custom-order.
Mengapa custom-order? Karena ternyata, ketika saya memproduksi sesuai
pesanan, fokusnya bisa lebih diarahkan dalam eksplorasi karya. Sayapun
baru menyadari bahwa hal yang paling saya nikmati dari proses berkarya
di Naini selama ini adalah ketika saya bisa bereksplorasi dan bisa
belajar banyak hal baru setiap harinya.
Dahulu ketika saya
masih mahasiswa, salah satu dosen perhiasan kesayangan saya menyatakan
bahwa dia memilih untuk membuat usahanya kecil dan tetap kecil. Kala
itu, saya benar-benar tidak mengerti. Bukankah sebuah bisnis bertujuan
untuk menjadi besar dan semakin besar? Ternyata jawabannya adalah skala
prioritas dan upaya untuk menjaga kualitas.
Skala prioritas,
karena dia dan saya tidak hanya seorang designer accessories, namun juga
seorang ibu dan istri dalam lingkup terkecil. Sedangkan upaya menjaga
kualitas adalah karena dengan cara seperti itulah saya memiliki bensin
energi untuk terus berkarya.
Pada masa ini, prioritas saya
adalah menjadi ibu dari seorang anak manusia berusia tiga tahun dengan
tetap berupaya menjaga semangat berkarya melalui dialog rutin tiap hari
dengan Naini Design. Toh waktu tidak akan datang kembali, dan
mendampingi anak saya merupakan sebuah kemewahan yang saya pilih. Semoga
dengan berjalannya waktu, kuantitas dan kualitas waktu yang bisa
dialokasikan untuk Naini akan menjadi semakin besar.
Terima
kasih banyak untuk para teman-teman Naini design yang masih memberikan
apresiasi positif hingga sekarang ini. Ketika saya berada di titik
terendah dan meragukan diri saya, apresiasi itu benar-benar merupakan
afirmasi positif yang saya perlukan. Mohon maaf juga yang
sebesar-besarnya kepada pelanggan Naini yang pernah merasa kecewa dengan
pelayanan kami. Itu semata-mata karena ketidak mampuan saya membagi
waktu dalam mengurus beberapa hal sekaligus.
PS: Ketika membuat
tulisan ini, saya dikejutkan dengan berita bunuh diri Kate Spade.
Berita sedih ini membuat saya semakin yakin pentingnya berdialog jujur
dengan diri sendiri dan menentukan skala prioritas berdasarkan
value-value personal tiap individu. Mari belajar untuk selalu
menyeimbangkan hidup, meskipun tentunya tidak akan ada yang sempurna.
Dan tolong, buat teman-teman lain yang merasa sedih, berada di titik
terendah atau bahkan depresi, carilah pertolongan. Jangan lupa untuk
medengarkan kata hati. Di Bandung sendiri ada beberapa komunitas yang
membantu proses self-healing dan mau menyediakan telinga untuk
mendengarkan, salah satunya adalah @lifescapewithus. Saya pribadi,
sangat terbantu berpikir lebih jernih ketika berinteraksi dengan
@ceritaperempuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar