Kamis, 05 Juli 2018

Proses kehilangan dan menemukan diri kembali setelah menjadi Ibu

“Selama ini kemana sih? Mana karya-karya barunya mbak?”

Itulah pertanyaan beberapa teman Naini melalui DM dan WA.
Jawabannya adalah, gak kemana-mana. Hanya tenggelam dalam rutinitas Ibu Rumah Tangga yang setiap harinya berjibaku mengurus anak semata wayang.

Lalu, untuk Naini Designnya bagaimana?

Sebuah kenyataan beberapa tahun terakhir ini sejak hamil dan memiliki anak, saya menjadi tidak jatuh cinta lagi dengan apa yang saya lakukan di Naini. Mengapa? Karena menurut saya, cinta itu dirawat setiap hari. Sedangkan beberapa waktu lalu saya bahkan kesulitan untuk fokus mengerjakan suatu hal karena di sore harinya, energi saya tampak sudah habis. Kenyataan bahwa saya sulit sekali meluangkan waktu sejam dua jam fokus mengerjakan Naini membuat sayapun merasa semakin kecil hati dan berjarak dengan Naini itu sendiri.

Ibaratnya orang pacaran, ini adalah LDR yang jarang sekali berkomunikasi baik melalui skype atau WA. Sehingga ketika beberapa kali mencoba ‘ngobrol’, yang ada hanyalah kesalah pahaman dan perasaan tidak berdaya karena banyak sekali yang mesti dilakukan.

Dalam upaya mendefinisikan diri kembali dan menyusun ulang skala prioritas setelah menjadi ibu dari seorang anak manusia, saya menemukan quotes yang cukup lama mengendap dalam pikiran saya dan perlahan-lahan memberikan keberanian untuk mengurai benang kusut tersebut

“The secret of getting ahead is getting started. The secret of getting started is breaking your complex overwhelming tasks into small manageable tasks and starting on the first one.”
― Mark Twain

Maka pelan-pelanlah saya berkarya kembali. Memulai sesuatu dengan langkah-langkah kecil. Mengumpulkan beberapa koleksi terbaru, meminta bantuan kolega untuk menjadi talent serta memfokuskan pada custom-order. Mengapa custom-order? Karena ternyata, ketika saya memproduksi sesuai pesanan, fokusnya bisa lebih diarahkan dalam eksplorasi karya. Sayapun baru menyadari bahwa hal yang paling saya nikmati dari proses berkarya di Naini selama ini adalah ketika saya bisa bereksplorasi dan bisa belajar banyak hal baru setiap harinya.

Dahulu ketika saya masih mahasiswa, salah satu dosen perhiasan kesayangan saya menyatakan bahwa dia memilih untuk membuat usahanya kecil dan tetap kecil. Kala itu, saya benar-benar tidak mengerti. Bukankah sebuah bisnis bertujuan untuk menjadi besar dan semakin besar? Ternyata jawabannya adalah skala prioritas dan upaya untuk menjaga kualitas.

Skala prioritas, karena dia dan saya tidak hanya seorang designer accessories, namun juga seorang ibu dan istri dalam lingkup terkecil. Sedangkan upaya menjaga kualitas adalah karena dengan cara seperti itulah saya memiliki bensin energi untuk terus berkarya.

Pada masa ini, prioritas saya adalah menjadi ibu dari seorang anak manusia berusia tiga tahun dengan tetap berupaya menjaga semangat berkarya melalui dialog rutin tiap hari dengan Naini Design. Toh waktu tidak akan datang kembali, dan mendampingi anak saya merupakan sebuah kemewahan yang saya pilih. Semoga dengan berjalannya waktu, kuantitas dan kualitas waktu yang bisa dialokasikan untuk Naini akan menjadi semakin besar.

Terima kasih banyak untuk para teman-teman Naini design yang masih memberikan apresiasi positif hingga sekarang ini. Ketika saya berada di titik terendah dan meragukan diri saya, apresiasi itu benar-benar merupakan afirmasi positif yang saya perlukan. Mohon maaf juga yang sebesar-besarnya kepada pelanggan Naini yang pernah merasa kecewa dengan pelayanan kami. Itu semata-mata karena ketidak mampuan saya membagi waktu dalam mengurus beberapa hal sekaligus.

PS: Ketika membuat tulisan ini, saya dikejutkan dengan berita bunuh diri Kate Spade. Berita sedih ini membuat saya semakin yakin pentingnya berdialog jujur dengan diri sendiri dan menentukan skala prioritas berdasarkan value-value personal tiap individu. Mari belajar untuk selalu menyeimbangkan hidup, meskipun tentunya tidak akan ada yang sempurna. Dan tolong, buat teman-teman lain yang merasa sedih, berada di titik terendah atau bahkan depresi, carilah pertolongan. Jangan lupa untuk medengarkan kata hati. Di Bandung sendiri ada beberapa komunitas yang membantu proses self-healing dan mau menyediakan telinga untuk mendengarkan, salah satunya adalah @lifescapewithus. Saya pribadi, sangat terbantu berpikir lebih jernih ketika berinteraksi dengan @ceritaperempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar